Dear Siren (Sindy Keren),
You are really really cool, your hard work are paid. Terimakasih kamu bisa bertahan, tetap berjuang, bisa melawan keputusasaan. Walaupun pada akhirnya apapun pencapaianmu tetap terlihat kurang di mata mamamu (being a civil servant is never enough for her to be proud I think 🙂). You need to be head of blablabla.
Actually, since I join my institution, aku sudah diberi 2 jabatan yang lumayan menurutku (dan tetap kurang keren yesss di mata orang lain). Sayangnya, semuanya hanya menambah beban kerja. Wkwkwk. Dan baru sadar ternyata menunjukkan skill kita itu merugi sekali. Maafkan aku mungkin tidak sesuai ekspektasimu, mengingat bagaimana usahamu dulu. Belajar siang malam, latihan, try out. Kini ku merasa burn out, benar-benar stress. Bukan pekerjaannya sih, tapi workload aku kebanyakan. Sedangkan di sekitar bahkan masih ada yang bisa santai. Merasa tanggungjawab dan beban kerjaku kebanyakan. Otakku mau meledak rasanya.
Tapi ini sebagai gambaran saja buatmu. Bagaimana pun kita memang selalu punya nilai-nilai yang ingin kita jaga. Integritas. Dan sifat perfeksionis kita sendiri memang yang bikin repot. Padahal mungkin seharusnya beri kinerja sekenanya saja seperti orang-orang. Tapi kita mana mungkin bisa begitu kan?
Dear diriku 5 tahun yang lalu, aku bisa bilang kamu keren. Kamu bisa menahan diri. Hidup apa adanya. Tanpa peduli penilaian orang lain. Tidak perlu orang lain tahu bagaimana kita struggling dalam hidup. Tanpa perlu merasa dikasihani. Kita berusaha, kita survive.
Yang jelas kita selalu berusaha untuk bertumbuh dan mewujudkan mimpi-mimpi kita. Dan salah satu wishlist kita Alhamdulillah tercapai di akhir tahun 2024. I bought a car with my own money. Anjiirrrr monangiiis. Papa bangga gak ya di sana? Wkwkwk. Kereeen bangettt. Dari semua usaha kamu menahan diri. Bijak dalam finansial. Tidak hedon atau fomo. Receh-receh itupun akhirnya bisa terkumpul. I can't believe myself. And it was my first car so I was really hard to decide which car should i buy. The process are so long. So i decide to buy the same car which papa bought for me (just different color). Mo pamer aja gitu ke papa di sana. Nihhhh neng juga bisa beliiii sendiri mobil kayak yg papa beliin. Bangga gak pa di sana?
But sadly, I have no saving anymore. So now I'm struggling to recovery my saving. It was really hard. It was bad decision cause I have no emergency fund. I really2 learn a lot. Not really cool ternyata gueeee. Itu nekat namanya. Lumayan babak belur akhirnya satu-satunya perhiasan aku jual. Hiks.
Tapiii.. dulu kamu bisa bertahan kan. Sekarang aku akan berusaha lagi. Menahan diri untuk tidak hedon, tidak ikutan fomo. Lebih bijak dalam mengatur finansial. Terlebih tahun 2026 ini ada krisis BBM dan ekonomi. Benar-benar harus pikir ulang sebelum membeli sesuatu.
Terimakasih diriku yang dulu. Mungkin sekarang aku stres dan cape. Tapi setidaknya tidak se-depresi dulu. Saat sebenarnya ku punya penghasilan dari berjualan tapi tetap tidak terlihat keren di mata orang-orang terutama mamaku. Padahal penghasilan nya gak beda jauh. Malah lebih banyak saat berjualan dulu sih. Cuma kurang keren aja.
Fun fact, saat keterima CPNS bisa-bisanya aku mikir aku kayaknya mau kerja jadi PNS nya 5 tahun aja ah. Abis itu mau resign. Emang rada2 yaaa. Tapi liat sikon sekarang yg sedang peran Iran better stay as civil servant ajalah. Makan saja semua burnout itu. At least, aku masih bisa jajan ramen joffi kesukaanku dan Vinca. Alhamdulillah.
Semoga ke depannya Allah selalu menjaga kita, melindungi kita, dan memberkahi setiap langkah kita dalam meraih mimpi-mimpi. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar